Rabu, 01 Januari 2020

Taman Sari Jogja, Menyelami Sejarah Mereguk Keindahan

Taman Sari Jogja, Menyelami Sejarah Mereguk Keindahan

Lokasi yang memiliki banyak peninggalan sejarah masa lampau kerap kali dimanfaatkan sebagai tempat wisata edukasi. salah satunya adalah Taman Sari Jogja.
Menikmati keindahan, menyenangkan, sekaligus mendidik. Bangunan bersejarah memberikan banyak informasi mengenia kejadian di masa lampau, termasuk diantaranya menanamkan kebanggaan sebagai pewaris dari peradaban agung itu. Sehingga menjadi pembelajaran berarti, bukan saja bagi masyarakat pencinta sejarah, namun juga masyarakat pada umumnya.
Taman Sari Jogja
Taman Sari Jogja. Image via:jejakpiknik.com
Yogyakarta, yang berada di jawa tengah, yang merupakan salah satu pusat perkembangan kebudayaan jawa di era klasic sampai era penjajahan, mulai sekitar abad ke-3 sampai dengan awal abad 20. Dengan akar sejarah yang panjang itu, Jogja menyimpan banyak sekali tinggalans ejarah. Termasuk diantaranya bangunan-bangunan bersejarah seperti museum, istana, alun-alun dan lain-lain.
Taman Sari Yogyakarta, merupakan salah satu bangunan milik kesultanan Yogyakarta yang difungsikan sebagai destinasi wisata. Namun selain sebagai destinasi wisata, taman sari pada saat tertentu juga masih digunakan sebagai tempat ritual oleh keluarga raja.
denah taman sari jogja
Denah taman sari jogja. Image via:siswapedia.com
Taman Sari Jogja kini telah menjadi landmark bagi daerah istimewa Yogyakarta. Konsep gaya arsitektur di taman sari, berbeda dengan konsep arsitektur di dalam keraton Jogja. Hal ini karena bangunan di taman sari lebih condong tematik dengan lebih mengutamakan bagian pemandian yang memiliki julukan “Istana Air Jogja”.
Dengan adanya perbedaan gaya arsitektur ini, membuat pengunjung yang sudah terlebih dulu mengunjungi istana keraton Jogja, akan menikmati kesan beda saat mengunjungi ke taman sari. Pemandangan yang disuguhkan taman sari amat berbeda dengan di dalam keraton.
Taman Sari jogja, dahulu bukan sekedar taman rekreasi semata, melainkan juga sebagai benteng pertahanan. Ini terlihat dari tembok mesjid taman yang tebalnya mencapai 125 cm.

Alamat Taman Sari Jogja

Taman sari jogja, atau yang juga dikenal dengan nama pemandian putri, beralamat di Jalan Tamanan, Patehan Keraton, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Taman-Sari-Jogja-2
Foto cantik di Taman sari Jogja. Image via: ngetripkemana.com

Rute Menuju Taman Sari Jogja

Karena Lokasi yang tidak jauh dari lokasi Keraton Jogja, taman sari jogja bisa ditempuh hanya dengan waktu 15 menit. Untuk menuju ke loasi ini terdapat banyak aksen kendaraan umum.
Jika menggunakan kendaraan pribadi juga tak perlu khawartir, di taman sari jogja terdapat area parkir yang memadai.
Ada dua alternatif rute yang bsia ditempuh untuk mencapai lokasi taman dari pusat kota jogja.

Rute 1.

Dimulai dari Jalan Malioboro Jogja, menuju ke arah selatan melewati Titik Nol Kilometer dan Kantor Pos lalu menuju ke selatan menuju alun-alun Utara Keraton. Kemudian belok kanan menuju Jl Ngasem, lurus saja hingga menemukan Pasar Ngasem, kemudian belok ke kiri menuju Jl Tamanan lalu sekitar 100 m.
Jika sudah menemui tembok benteng putih, kemudian bisa langsung menuju pintu masuk Taman Sari

Rute 2.

Dari pusat Alun-alun selatan bisa menuju ke arah barat melewati Jl Patehan Lor. Kemudian bisa langsung menemukan Jl Taman, lalu masuk hingga menemui Gerbang Taman Sari Jogjakarta.
Baca juga: Menikmati keindahan Hutan Pinus Pengger

Jam Buka Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja dibuka untuk kunjungan wisatawan mulai dari jam 8 pagi dan ditutup jam 2 siang.

Tiket Masuk Taman Sari Jogja

Tiket masuk taman sari jogja, dibedakan antara pengunjung domestik dan pengunjung manca negara. Untuk tamu domestic dikenakan tarif 5 ribu sedangkan wisatawan asing 7 ribu rupiah. Dan juga ada tiket masuk untuk kamera sebesar 2 ribu rupiah.
Untuk wisatawan yang ingin menggunakan jasa tour guide dikenakan biaya tambahan 25 ribu.
sumur gumuling 2
Menatap langit dari dalam sumur gumuling. Image via: @tempat_liburan

Fasilitas Taman Sari Jogja

Fasilitas untuk menunjang kemnyamanan pengunjung di taman sari jogja sudah cukup lengkap. Pengelola menyediakan fasilitas berupa: Tempat Parkir, Toilet, Pemandu Wisata, dan toko cenderamata.
Sedangkan untuk penginapan dan tempat makan, pengunjung tidak perlu mengkawatirkan hal itu. Hal ini mengintgat taman sari terletak di tengah kota jogja, jadi pasti sangat mudah menemukan fasilitas makan dan menginap di sekitar lokasi ini.
Baca juga: wisata Bukit Panguk Kediwung di Jogja

Spot Menarik dan Unik Taman Sari Jogja

Walaupun Taman Sari tidak lagi semegah dan seindah ketika masih berfungsi penuh di zaman kesultanan, pesona yang dimiliki Taman Keraton ini masih bisa membuat hati terlena sampai saat ini. Terutama spot-spot artistik dan bangunan-bangunan yang menonjolkan keunikan.

1. Kolam Taman Sari

Pesona tersebut sudah mulai terpancar tepat di depan pintu gerbang melewati ornamen-ornamen di dinding gapura berbentuk ukiran-ukiran futuristik.
2 kolam
Kolam Taman Sari. Image via: wisatapedi.com
Setelah melewati gerbang utama, pengunjung akan disapa oleh  2 buah kolam. Dua kolam dekat pintu gerbang tersebut merupakan salah satu dari tiga kolam di taman sari Yogyakarta. Masing Maisng dari 3 kolam ini punya nama dan fungsi berbeda. Umbul Panguras kolam untuk raja. Umbul Kawitan untuk putri-putri raja. Umbul Pamucar untuk para selir-selir raja.
Di sekitar kolam dihiasi oleh berbagai ornamen mirip air mancur dengan bentuk seperti kepala naga dengan di sekelilingnya dihiasi pot-pot bunga.

2. Gapura Panggung

Gapura panggung
Gapura Panggung. Image via: idetrips.com
Di sekitar dekat kolam 2 buah terdapat dua kolam, ada gapura panggung yang dulu boleh memasuki cuman raja dan sekeluarga. Di atas gapura itulah biasanya raja menikmati keindahan kemegahan taman Sari yang dulu masih dilengkapi danau buatan serta keindahan hamparan taman berhias segala jenis bunga cantik.
Di situ pula sang raja sesekali menikmati berbagai tarian tradisional diiringi oleh kemerduan musik gamelan. Di area dulu dijadikan tempat pribadi raja, bisa dilihat sebuah periuk yang dimanfaatkan oleh istri raja bercermin dan ada lemari menyimpan pakaian raja. Gapura panggung tersebut dilengkapi tangga terbuat dari kayu jati dengan kondisi hingga sekarang masih kokoh dan memberikan kesan artistik.
Simak: review wisata Puncak Becici

3. Gapura Agung.

Gerbang Agung
Gapura Agung. Image via: hobiwisata.com
Bangunan selanjutnya yang tidak kalah megah dan indah adalah Gapura Agung. Saat masih berfungsi sebagai taman kesultanan, Gapura agung digunakan sebagai lokasi transit bagi kereta kencana kesultanan. Kereta ini biasa digunakan oleh sultan dan keluarga kesultanan lain.
Gapura Agung  didominasi ornamen berbentuk sayap burung dan bunga-bunga.

4. Sumur Gamuling

sumur-gemuling
Sumur Gamuling. Image via: jejakpiknik.com
Tempat cantik lain di taman Sari kota Yogyakarta ialah Sumur Gumuling. Sumur ini bukan sumur tempat ambil air, namun sebuah masjid bawah tanah. Mesjid dibangun di bawah tanah, juga sekaligus sebagai bungker perlindungan bagi elit kesultanan, ketika kesultanan mengalami serangan yang membahayakan.
Masjid tersebut berbentuk dua tingkat melingkar hingga 360 derajat, bagian tengah berlubang dan desain menghasilkan tata artistik. Ketika imam memimpin sholat, suara imam bakal terdengar ke seluruh penjuru ruangan.

Hutan Mangrove Kulon Progo, Wisata Baru Yang Lagi Hits

Hutan Mangrove Kulon Progo, Wisata Baru Yang Lagi Hits

Berkunjung ke Yogyakarta memang selalu membawa kenangan dan harapan agar dapat kembali mengunjungi kawasan ini lagi. Selain wisata alamnya yang mempesona, keramahan warga jogja dan sajian kuliner yang beragam dengan harga murah menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
Biasanya Sobat Native pergi ke Jogja itu hanya ke daerah Bantul, Gunungkidul. Dimana, kedua kawasan ini mempunyai pesona wisata yang menarik seperti, Pantai dengan bebatuan karang dan area snorkelingnya. Atau, pesona sunset yang tidak bisa ditolak sedikit pun.
Mangrove Kulon Progo Aerial View
Image via: www.instagram.com/denny_prasetyo_s
Tahukah Sobat Native, bila Yogyakarta tidak hanya mempunyai 2 kota itu saja sebagai andalan pariwisata. Yogyakarta masih punya Kulon Progo yang namanya mulai dilirik oleh Sobat Native lain. Keindahannya seakan mampu menyihir setiap Sobat Native yang datang.
Kehadiran Perbukitan dan air terjun menjadi pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Selain itu, kulon progo juga punya sunset dan dinobatkan memiliki pesona sunset tercantik di Jogja.
Nah, kita tidak akan membahas tentang pantai di Kulon Progo melainkan, pesona hutan mangrove yang saat ini menjadi viral.
Baca juga: daftar tempat wisata populer di Jogja

Mengenal Hutan Mangrove Kulon Progo

Awalnya hutan ini didirikan sebagai wilayah konservasi dan juga untuk mencegah terjadinya abrasi. Perencanaan menggunakan kawasan ini sudah ada sejak tahun 1989. Ada banyak ekosistem yang bisa dinikmati dikawasan ini.

Daya Tarik

Wilayah Hutan ini masih berada di satu kawasan dari Pantai Glagah Indah dan Pantai Trisik. Jadi, setelah berkunjung ke tempat ini Sobat Native disarankan untuk mengunjungi Pantai Glagah yang terkenal dengan kecantikan senjanya.
Hutan bakau ini memang terlihat memukau, ditambah dengan jembatan yang terbuat dari kayu. Seperti, Sobat Native yang ingin berkunjung ke sini harus tahu waktu-waktu yang tepat datang ke sini. Dimana, disarankan bagi Sobat Native untuk datang pada pagi hari sekitar pukul 8 – 10 pagi dan sore hari mulai pukul 15:30.
Kedua waktu ini sengatan senja belum terlalu menyengat. Sobat Native bisa mengambil berbagai macam foto dan gambar yang mengesankan. Sebenarnya, siang juga waktu yang tepat untuk datang, hanya saja saat siang terik matahari akan terasa sangat menyengat. Sedangkan gazebo yang berada di hutan bakau ini sangat tebatas.
Menikmati hutan bakau ini bisa dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan menikmati beberapa spot menarik yang sudah disajikan pihak pengelola. Selain itu, semilir angin yang behembus menambah kesejukan tersendiri sehingga, berada di tempat ini bisa dibilang susah untuk move on.
Nah, tempat ini ada yang namanya jembatan api-api. Jembatan ini merupakan titik selfie favorit bagi Sobat Native yang lain. Eloknya jembatan ini bisa dilihat dari wahana permainan yang disajikan seperti ayunan. Sobat Native, bisa lho memainkan ayunan ini dan kembali ke masa lalu. Seru bukan.
Kenapa Jembatan ini bisa dinamakan dengan Jembatan Si api-api? Karena, jenis hutan Mangrove yang berada di kawasan ini adalah api-api. Oleh karena itu, jembatan kebanggan Sobat Native ini dinamakan sebagai Jembatan api-api.
Mangrove Kulon Progo Bridge

Tetapi, Sobat Native harus sedikit bersabar bila berada di spot ini. Maklum saja, spot favorit ini pasti membuat banyak orang yang datang. Jadi, mau tak mau harus rela untuk antri dan menjaga ketertiban agar bisa mengambil sudut yan oke. Menikmati, jembatan tanpa foto juga bisa kok.
Keindahannya bikin mata jadi meleleh Sobat Native. Seakan-akan enggan untuk berkedip, sayang gitu untuk di lewatkan keindahannya walau hanya sekejap. Apabila, menunggu lama dan membosankan membuat jenuh, Sobat Native bisa melakukan hal yang lain, yang pastinya tidak kalah asyik.
Menikmati perahu menyusuri pantai Kadilangu, bersama dengan orang terkasih adalah cara menghilangkan penat serta jenuh. Atau Sobat Native bisa berjalan-jalan mengelilingi kawasan ini dimana, nantinya Sobat Native bisa melihat berbagai macam ikan-kan lucu, imut, nan menggemaskan yang akan menemani perjalanan Sobat Native.
Ada pula kepiting Bakau yang tidak kalah menggemaskannya. Hanya saja, Sobat Native dilarang keras untuk memancing di tempat ini. Jangan kecewa, karena Sobat Native akan disajikan dengan Goa Mangrove yang mempesona. Suasananya masih sangat asri dan alami. Tenang, teduh dan sejuk sekali. Cocok untuk melepas penat dan suntuk.
Jangan kaget, bila saat berada di Goa nyamuk-nyamuk nakal akan menggigit. Lantaran, goa ini cukup lembab dan menjadi ladang bagi nyamuk. Ada pula replika menara eifel yang terbuat dari bambu, sungguh menenangkan sekali bukan.
Terakhir, jangan lupakan senja sore di kawasan ini. Walaupun, tidak seindah di pantai Glagah. Namun, menikmati senja disini juga sama mempesonanya. Langit-langit akan berubah seiring dengan malam yang datang. Sangat tepat sekali momen ini dilewatkan bersama dengan orang-orang yang dicintai.
Mangrove Kulon Progo Ship
Image via: www.instagram.com/alvina_wu
Mangrove Kulon Progo Tower Bridge
Image via: www.instagram.com/patrizagavynda
Lihat juga: info seputar Air Terjun Kedung Pedut

Rute Dan Lokasi

Lokasi Hutan Mangrove ini berada di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Sobat Native harus menmpuh perjalanan kurang lebih 2 jam lamanya. Dari arah Yogyakarta, Sobat Native bisa arahkan kendaraan menuju ke wates, Kulon Progo. Kemudian, lanjutkan perjalanan menuju pantai Glagah.
Jalur menuju pantai Congot ini merupakan jalur utama menuju kearah purworejo. Sebelum masuk ke TPR pantai Glagah, Sobat Native akan bertemu dengan jalan besar yang bernama jalan Daendles belok kearah kanan kemudian lurus terus kearah barat. Sampai di titik jembatan sungai Bogowonto. Dimana, jembatan ini menjadi pembatas antara Kulonprogo dan Purworejo.
Setelah sampai di titik ini temukan SD Jangkaran, sampai disini jalan hati-hati sampai menemukan pertigaan kecil yang akan mengarahkan Sobat Native menuju ke lokasi. Apabila, masih bingung Sobat Native bisa bertanya atau juga menggunakan apikasi peta yang sudah tersedia di smartphone Sobat Native.

Mangrove Kulon Progo Entrance
Image via: www.instagram.com/pantai_pasirkadilangu
Simak juga: review Seribu Batu Songgo Langit

Harga Tiket Masuk

Lalu, berapa harga yang harus di bayar bila berkunjung ke tempat ini. Ada 3 bagian yang bisa Sobat Native pilih. Tiga bagian ini, mempunyai harga yang berbeda-beda pula. 4 ribu rupiah untuk Sobat Native yang ingin mengunjungi Hutan Mangrove yang terkenal dengan jembatan Si api-api.
3 ribu rupiah bila, Sobat Native ingin mengunjungi Hutan Mangrove Wanatirta. Jika ingin menikmati aksi romatis-romantisan dengan naik kapal, Sobat Natïve akan dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah. Kalau dipikir-pikir, harga yang ditawarkan cukup murah ya. Jam buka tempat ini pukul 6 pagi hingga 6 sore.
Apabila, Sobat Nriatipe masih ingin berlama-lama dan mungkin menikmati kawasan yang lain. Sobat Native bisa mencari beberapa penginapan yang ada. Sudah banyak hotel dengan haga mulai dari 150 ribu hingga jutaan tersedia di kawasan ini. Jadi, liburan Sobat Native jadi tenang, aman, dan nyaman.

Memandang Pesona Gunung Merapi yang Cantik di Wisata Kaliadem, Sleman

Memandang Pesona Gunung Merapi yang Cantik di Wisata Kaliadem, Sleman

Lagi butuh liburan ke destinasi wisata alam yang sejuk dan nyaman? Main ke Sleman, yuk! Ajak sahabat atau keluarga main ke kawasan wisata Kaliadem.
Berada di lereng Gunung Merapi, Kaliadem merupakan kawasan wisata hutan pinus yang cukup populer. Berada di Desa Kepuharjo, Sleman, Kaliadem bahkan jadi rute wisata para turis yang kebetulan lagi singgah di kota Yogyakarta.
Dengan suasana yang sangat asri dan sejuk, Kaliadem menawarkan berbagai spot wisata yang menarik untuk dikulik. Salah satu yang kamu harus kunjungi adalah Bunker Kaliadem.
Bunker yang menjadi tempat perlindungan warga ini dikenal luas sebagai salah satu saksi bisu erupsi Gunung Merapi pada 2006 lalu. Kala itu, ada dua relawan yang harus kehilangan nyawa diterjang awan panas saat berlindung di dalam bunker tersebut.
Butuh waktu tiga tahun untuk merenovasi bunker yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda ini. Sebelum akhirnya, bunker yang terbuat dari baja setebal 15 sentimeter ini diubah sebagai tempat wisata guna mengenang para korban erupsi Gunung Merapi tersebut.
Dari atas Bunker Kaliadem, kamu bisa melihat betapa gagahnya Gunung Merapi yang masih aktif. Atmosfer damai dan tenang terbawa angin gunung yang melipir ke area bunker, seakan menyambut kedatangan kamu di kawasan Kaliadem.
Selain punya bunker yang terkenal ini, kawasan Kaliadem juga menyediakan tur wisata yang cukup unik. Karena, kamu bakal diantar keliling langsung dengan para petugas menggunakan jeep bertenaga besar, Jeep Lava Tour.
Dengan durasi 2-4 jam, kamu bakal diajak menelusuri spot-spot cantik di lereng Gunung Merapi, seperti gumuk pasir yang luas banget dengan latar Gunung Merapi hingga Batu Alien. Nggak cuma itu, kamu juga bakal diajak nostalgia saat berkunjung ke Kampung Mbah Maridjan yang melegenda.
Di sini, kamu bisa melihat museum yang berisikan benda-benda peninggalan tragedi erupsi Gunung Merapi 2006 lalu. Mbah Maridjan sendiri dikenal sebagai seorang kuncen atau juru kunci Gunung Merapi yang memperoleh amanah dari Kesultanan Yogyakarta.