Rabu, 25 Desember 2019

AIR TERJUN LEPO DI DLINGO YANG BEGITU MENAWAN


AIR TERJUN LEPO DI DLINGO YANG BEGITU MENAWAN 























































































Tiket Masuk Air Terjun Lepo 2018
Sukarela
Jam Buka Air Terjun Lepo
Senin - Minggu: 08.00 - 17.00 WIB

Cahaya matahari hanya bisa mengintip dari sela-sela pepohonan yang masih rimbun di musim peralihan ketika YogYES sampai di Dusun Pokoh 1, lokasi Air Terjun Lepo berada. Lepo merupakan kependekan dari Ledok Pokoh yang berarti lembah di Dusun Pokoh. Mengikuti jalanan menurun dan bersemen, akhirnya kami sampai di lokasi air terjun sekaligus pemandian alami di pelosok Dlingo ini. Terlihat beberapa remaja dan anak-anak asyik berenang dengan pelampung sambil bercanda dan sesekali melompat dari batu besar di tepi kolam. Tak ingin mengganggu keasyikan mereka, kami berjalan menuju kolam di bagian bawah yang lebih sepi.
Air terjun Lepo memang tak hanya memiliki satu kolam alami untuk berenang dan bermain air. Sekilas Lepo sangat mirip dengan Erawan Falls di Erawan National Park, Thailand. Ada 4 tingkat kolam alami yang dihubungkan oleh 3 air terjun di tempat wisata yang mulai dikembangkan tahun 2013 ini. Masing-masing kolam alami memiliki kedalaman yang beragam. Kolam pertama yang kami lihat ketika sampai tempat wisata ini kedalamannya mencapai 2 meter. Di kolam inilah remaja maupun orang dewasa biasanya berenang.
Menyusuri jalan setapak dan tangga batu di sisi air terjun, YogYES sampai di tingkatan kolam kedua. Kolam yang paling luas ini kedalamannya hanya sebatas pinggang orang dewasa, sehingga lebih aman jika anak-anak bermain air di kolam ini. Meskipun tak jarang anak-anak memilih berenang di kolam pertama. Kolam kedua ini dikelilingi oleh tebing-tebing batu yang tersusun eksotis. Sebuah titian batu dan selokan kecil menambah kecantikannya. Ceruk batu di salah satu sisi kolam menjadi spot terbaik menikmati air terjun di tingkat ini. Tampak beberapa remaja asyik memanfaatkan ceruk batu ini untuk ber-groufie. Sedangkan sebagian lainnya lebih memilih bermain air di dekat air terjun.

Tingkat ketiga adalah kolam yang paling dangkal, hingga bagian dasarnya yang tertutup endapan kapur pun terlihat dari permukaan air. YogYES kembali menyusuri jalan setapak dan tangga-tangga batu untuk sampai di kolam ketiga. Bagian yang menarik di kolam ketiga adalah tebing-tebing batu di sekitar air terjun yang berbentuk balok, seolah sengaja dipotong oleh tangan-tangan manusia. Karena tak ada persiapan baju ganti, kami harus puas hanya bermain air di kolam yang kedalamannya hanya mencapai lutut orang dewasa ini. Padahal, sejak pertama kali melihat warna turquoise yang mengisi kolam-kolam Air Terjun Lepo, kami sudah tak sabar untuk menceburkan diri ke dalam segarnya air. Tak berhenti di kolam ketiga, air terus mengalir ke kolam keempat sekaligus kolam terakhir. Tingkatan ini kira-kira sama dalamnya dengan kolam pertama namun jauh lebih sempit.
Sejuknya udara pegunungan dan keseruan bermain air telah menyihir kami hingga lupa kalau perut sudah mulai berdendang. Untungnya di sekitar Air Terjun Lepo sudah banyak warung-warung makan sederhana yang menyajikan beragam menu. Selain warung-warung makan, pengelola tempat wisata ini juga menyediakan kamar mandi, aula sederhana serta persewaan pelampung dan tikar. Serunya, untuk menikmati kecantikan Air Terjun Lepo, kita hanya perlu memberikan retribusi seikhlasnya serta tetap menjaga kebersihan dan keindahannya.


ASYIKNYA BERMAIN AIR DI GOA PINDUL GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

ASYIKNYA BERMAIN AIR DI GOA PINDUL GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA
Berbicara tentang Yogyakarta memang tidak akan pernah ada habisnya. Apalagi, saat berbicara tentang tempat wisata di Jogja yang bisa dibilang mempunyai paket komplit dan mampu memenuhi tuntutan zaman. Banyak kreasi yang diberikan untuk memanjakan wisatawan semua agar, nyaman dan ingin kembali ke Yogyakarta.
Goa Pindul adalah wisata kekinian yang sudah banyak diketahui oleh banyak orang. Bahkan, pesonanya sudah terdengar di berbagai penjuru Nusantara, sampai ke mancanegara. Pesona wisata yang bisa dibilang berbeda dari yang lain.
Goa Pindul feature
Sumber: @pindul_jogja
Baca juga: review Candi Ratu Boko.

Sejarah Singkat Goa Pindul

Nama Goa Pindul diambil dari nama Pindul. Sementara, Pindul sendiri terdiri dari 2 kata, yaitu “Pipi” dan “Kebendul” Jadi, bisa disingkat sebagai dengan nama Pindul.
Goa yang satu ini terbentuk sejak zaman dahulu, menjadi salah satu goa alami yang dimiliki oleh Gunung Kidul, diperkirakan terbentuk berjuta-juta tahun yang lalu.
Ada lagi yang akan membuat Sobat Traveller semua sedikit berbangga dengan Goa ini. Stalaktit yang dimilikinya menjadi yang terbesar ke 4 di dunia.
Cukup mengesankan bukan, negeri ini punya bentang alam yang mengesankan dan bahkan mampu menembus dunia.

Goa Pindul Sejarah 1
Sumber: @goa.pindul
Tempat ini awalnya dijadikan warga sebagai aktifitas harian seperti mandi, cuci, memancing dan berbagai macam kegiatan yang lainnya. Salah satu alasan mengapa warga senang melakukan kegiatan tersebut di Goa ini karena, kondisi air yang bersih dan tidak tercampur dengan limbah-limbah yang membuat kondisi air ini menjadi kotor.
Ikan-ikan yang menggemaskan pun ada banyak disini. Bahkan, ada beberapa warga yang memanfaatkan ikan-ikan ini sebagai lauk, ditambah dengan sambal dan nasi yang hangat, membuat siapa pun pasti akan melahap makanan ini. Apalagi, cara memasaknya dibakar dengan bumbu-bumbu yang khas, pasti akan menambah nafsu makan.
Baca : pantai Depok, alternatif wisata di Jogja
Goa ini pun juga diliputi oleh sebuah Legenda yang berkembang di Masyarakat. Legenda itu bercerita tentang dua orang utusan dari panembahan senopati yaitu Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Panembahan yang diutus untuk membunuh bayi yang sedang dibawanya. Hanya saja bayi yang menggemaskan itu pun meluluhkan hati keduanya. Sehingga, mereka pun mengurungkan niatnya untuk membunuh bayi tersebut.
Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Panembahan yang berada di puncak ketinggian berniat untuk memandikan bayi tersebut. Kemudaian, Ki Juru Mertani menginjakkan kakinya ke tanah yang kemudian, membentuk sebuah lubang. Dibawahnya terdapat aliran arus air yang begitu jernih. Mereka berdua pun memandikan bayi tersebut.
Pada saat memandikan, pipi bayi itu terbentur salah satu dinding Gua. Sehingga, dinamakanlah Gua Pindul. Nama itu pun tidak pernah berubah dan terus dipakai sampai turunan-turunan berikutnya, hingga saat ini.

Daya Tarik Goa Pindul

Tempat ini menjadi wisata andalan Yogyakarta yang pamornya terus melejit bagaikan roket yang terbang dengan kecepatan tinggi. Di sepanjang goa ini ada aliran air yang begitu jernih dan pastinya juga dingin.
Tetapi, inilah yang menjadi daya tarik Goa pindul yang mewajibkan Sobat Traveller semua untuk melakukan aktifitas Cave Tubing.
Goa Pindul Tube Caving
Sumber: @pindulcave

Baca juga; review wisata Kalibiru Jogjakarta
Apakah itu Cave Tubing? Istilah keren dari Cave tubing adalah susur sungai dengan menggunakan pelampung dengan tingkat keamanan sesuai dengan standar Internasional. Jadi, bukan rafting seperti yang ada di magelang. Karena, kalau rafting memerlukan arus air yang cukup deras. Sementara, arus air disini cukup tenang.
Jangan kaget bila di tempat ini banyak kelelawar yang akan terbang ke sana kemari. Seperti, sebuah sambutan selamat datang untuk para wisatawan semuanya. Kelelawar ini akan berkolaborasi dengan ornament gua yang akan terlihat seperti sebuah lukisan.
Ada sebuah ruangan yang cukup menarik untuk disimak. Tempat yang biasanya digunakan untuk Tim SAR masuk.
Ruangan ini mempunyai sebuah lubang yang memungkinkan untuk sinar matahari masuk ke dalamnya. Sehingga, memunculkan sebuah pemandangan yang fantastis. Tempat inilah yang biasa dipakai sebagai salah satu spot foto para wisatawan.

Panjang kawasan wisata ini kurang lebih 350 meter dengan lebar mencapai 5 meter. Cukup panjang bagi Sobat Traveller semua yang takut dengan air karena tidak bisa berenang.
Jangan takut bila sudah berani mengunjungi tempat ini. Karena, Sobat Traveller semua tidak akan sendiri, akan ada pendamping yang siap membantu dan sudah terlatih dengan sangat sigap bila, Sobat Traveller semua terjadi apa-apa.
Ada 3 zona yang akan dilalui oleh wisatawan semuanya. Zona tersebut adalah Zona terang, Zona remang, dan juga Zona gelap. Dimana perjalanan akan dimulai dari Zona Terang. Kemudian memasuki Zona remang. Hingga akhirnya, memasuki Zona gelap yang mengesankan dan mampu membuat jantung Sobat Traveller semua berdebar serasa mau copot.
Bukan Indonesia namanya bila tidak ada sebuah mitos. Untuk tempat ini, konon katanya jika, wisatawan terkena tetesan air staglagtit ini maka, wisatawan semua akan awet muda. Dan akan menambah kecantikan yang ada pada diri perempuan tersebut. Jika, yang terkena adalah laki-laki maka, air tersebut mampu meningkatkan vitalitas.
Entah benar ataukah tidak tergantung dari wisatawan semuanya. Namanya juga mitos.
Simak: Wi

Alamat, Rute, Lokasi, dan Harga Tiket

Goa Pindul terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Untuk mencapai tempat ini sebenarnya cukup mudah. Sobat Taveller hanya perlu mengarahkan kendaraan menuju jalan wonosari. Kemudian, berjalan lurus kearah pathuk dan wonosari.
Sampai di bundaran simpang empat yaitu bundaran Siyono dengan ciri mempunyai bangunan air mancur di tengah-tengahnya. Lurus terus hingga menemukan perempatan besar. Dari perempatan ini belok ke kiri menuju ke Desa Bejiharjo. Setalah mencapai desa ini Sobat Traveller akan disambut oleh beberapa pemuda yang akan menjadi pemandu.
Harga yang ditawarkan beragam Sobat Traveller mulai dari 50 ribu rupiah hingga 100 ribu rupiah tergantung dari harinya. Bila di weekday harga akan lebih bersahabat, berbeda bila di weekend atau bahkan musim liburan. Harga pasti akan melonjak. Dengan pilihan paket Cave tubing yang bisa dipilih, membuat pesona Goa pindul ini begitu mengesankan.
Fasilitas yang didapatkan Sobat Traveller semua dengan harga 50 ribu adalah asuransi, guide, rompi, ban pelampung. Biasanya sebelum melakukan susur gua. Guide akan melakukan sedikit training –training kecil dan memberi tahu bagaimana cara aman selama perjalanan berlangsung. Bagaimana, murah bukan?
Menyusuri Goa ini menjadikan sebuah pengalaman yang cukup menarik. Pengalaman yang berharga yang tidak akan pernah terlupakan. Apalagi, guide-guide yang ramah dan sangat bersahabat. Mereka pun dengan senang hati akan menjawab semua pertanyaan dan mampu membuat suasana menjadi pecah dan meriah.

Pesona Keindahan Gunung Prau yang Berada Di Wonosobo Jateng

Pesona Keindahan Gunung Prau yang Berada Di Wonosobo Jateng

  Gunung Prau merupakan puncak yang tertinggi di kawasan dataran tinggi Dieng.  Lokasi Gunung Prau terletak di tapal batas antara tiga kabupaten yang meliputi wilayah Kabupeten Batang, Kendal dan Wonosobo.
Eksotisme gunung yang menyajikan golden sunrise mempesona ini sudah sangat populer di kalangan para pendaki gunung.
Terlebih bagi para pendaki pemula karena pendakiannya membutuhkan jarak tempuh yang relatif singkat, yaitu sekitar 2-3 jam saja.
Gunung Prau sangat populer dikalangan traveler dan menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di kalangan pendaki gunung, terutama di wilayah Jawa sejak tahun 2014 silam.
Gunung Prau bukanlah gunung berapi dengan pesona golden sunrise nya yang tersohor, bahkan banyak kalangan yang menyebutkan bahwa golden sunreise terbaik se-Asia Tenggara ada di puncak Gunung Prau.
Photo by @latiftompel
Selain goleden sunsrie, Gunung Prau juga menyajikan pemandangan alam yang sangat mempesona berupa perkebunan warga yang menghijau, pemandangan dataran tinggi Dieng dan Telaga Warna di kejauhan.
Lalu padang bunga Daisy yang begitu berwarna, bukit Teletubies hingga pemandangan beberapa puncak gunung di Jawa, seperti Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu dan Slamet.
Daftar Isi

Fakta Seputar Gunung Prau yang Wajib Diketahui

Kebanyakan pendaki menuliskan bahwa puncak Gunung Prau berada di ketinggian 2565 Mdpl, padahal faktanya lokasi tersebut merupakan camping ground sementara untuk puncaknya sendiri berada di ketinggian sekitar 2590 Mdpl.
Ada jadwal buka tutup rutin yang diterapkan di Gunung Prau yaitu pada 5 Januari sampai 5 April setiap tahunnya, untuk mengembalikan ekosistem di kawasan tersebut.
Gunung Prau masuk dalam wilayah hutan lindung yang dikelola oleh PT.
Pada saat musim kemarau, adakalanya suhu udara di Gunung Prau mencapai titik terendah sehingga memungkinkan bagi para pendaki menemukan butiran kristal es di tanah pada pagi hari.
Di Gunung Prau para pendaki tidak akan menemukan bunga Edelweis yang lazim ditemukan di gunung lainnya, melainkan padang bunga Daisy yang berwarna-warni.
Pesona Gunung Prau di dataran tinggi Dieng menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki, bahkan bagi pemula sekalipun.
Dengan eksotisme alamnya yang mempesona ditambah jalur tracking yang relatif pendek menjadikan siapapun penasaran untuk menaklukannya.
Apalagi bagi mereka yang suka berburu golden sunrise, karena sunrise di puncak Gunung Prau begitu istimewa.
Tidak heran jika banyak yang menyebutnya sebagai golden sunrise terbaik di Asia Tenggara, nah bagaimana menurut kamu?

Jalur Pendakian Gunung Prau

Photo by @kholik5709
Untuk mencapai puncak Gunung Prau, para pendaki bisa memilih beberapa jalur pendakian dengan tingkat kesulitan yang berbeda.  Adapun jalur pendakian yang paling populer ada tiga, yaitu:
  1. Jalur Pranten, di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang
  2. Jalur Pathak Banteng di Wonosobo
  3. Jalur Kenjuran di Kendal
Dari ketiga jalur tersebut, jalur Pathak Banteng adalah jalur favorit yang dipilih oleh para pendaki, bahkan hampir 90 persen pendakian menggunakan jalur ini karena dianggap lebih dekat.
Untuk melewati jalur pendakian ini, pendaki akan disuguhi dengan jalanan yang berpasir sehingga sangat disarankan untuk menggunakan masker ketika melakukan pendakian di musim kemarau agar debu yang beterbangan tidak mengganggu pernafasan.
Untuk track pendakian menuju puncak Gunung Prau melalui jalur Pathak Banteng, para pendaki akan menghadapi tingkat kesulitan yang berbeda-beda pada setiap posnya.
Sebagai gambaran, dari basecamp sampai ke pos pertama tingkat kesulitan masih relatif kecil karena lokasi pendakian masih berada di area perumahan penduduk.
Perlu diketahui bahwa basecamp di jalur Pathak Banteng ini berada di kawasan wisata Dieng Plateu.  Basecamp pendakian terletak di sekitar 50 meter di timur jalan utama kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng.
Adapun jalur menuju ke basecamp hanya berjarak sekitar 300 meter dari gerbang utama Dieng Plateu, tepatnya di kanan jalan.
Kemudian dari basecamp, para pendaki bisa memulai pendakian dengan menapaki tangga dengan jumlah sekitar 120-an anak tangga.  Barulah setelahnya jalur berpasir siap menemani perjalanan menuju puncak.
Para pendaki juga akan melewati perkebunan warga dengan pemandangan yang tak kalah indahnya memanjakan indera penglihatan selama perjalanan berlangsung.
Setelah jalur dengan kondisi jalan berpasir habis, para pendaki akan menemukan jalan selebar 2,5 meter berbatu yang sudah tertata rapi dan merupakan jalur kendaraan.
Untuk menghemat waktu dan tenaga, di jalur pendakian ini sudah tersedia fasilitas ojek bagi pendaki dengan ongkos perjalanan sekitar Rp 20 ribu saja, lumayan kan buat menghemat tenaga?
Dari pos pertama sampai ke pos kedua, pendaki masih akan melewati area perkebunan warga dan bisa menambah bekal perjalanan karena ada beberapa warung di sekitar lokasi pendakian.
Dari pos kedua menuju pos ketiga, jalur pendakian mulai menampakkan tingkat kesulitan yang cukup berarti sehingga para pendaki harus tetap waspada dan ekstra hati-hati.
Terlebih setelah pos ketiga menuju puncak Gunung Prau, pasalnya pada jalur ini kondisi jalan mulai menyempit dengan jurang dikanan kiri jalan yang cukup curam.

Tips Mendaki Gunung Prau

Sebelum melakukan pendakian gunung sebaiknya mempersiapkan kondisi fisik yang fit agar tidak mengalami resiko tertentu selama perjalanan, seperti pingsan ataupun kelelahan.
Meskipun jalur tracking untuk pendakian ke puncak Gunung Prau dianggap relatif mudah dan sangat rekomended bagi pendaki pemula yang belum berpengalaman, namun tetap saja diperlukan stamina yang fit agar tidak mengalami kendala tertentu saat perjalanan.
Penting juga untuk mempersiapkan fisik dengan berolahraga secara rutin beberapa hari sebelum pendakian dilakukan untuk melatih fisik agar lebih siap menghadapi aktifitas pendakian yang menguras tenaga.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk mendaki Gunung Prau:
  1. Persiapan bekal secukupnya, seperti makanan dan air mineral namun tidak perlu berlebihan agar tidak menambah berat barang bawaan selama proses pendakian berlangsung. Beban yang terlalu berat akan membuat perjalanan semakin berat dan menguras tenaga.
  2. Gunakan sepatu atau sandal gunung yang nyaman dan bisa digunakan untuk berbagai kondisi jalalan yang dilalui saat mendaki.
  3. Siapkan pakaian hangat atau jaket tebal, kaus kaki, kaus tangan dan penutup kepala untuk meminimalisir hawa dingin di atas pegunungan.
  4. Siapkan alat camping atau bisa menyewanya jika akan bermalam di Gunung Prau.
  5. Jangan lupa membawa alat penerangan portabel atau senter untuk menerangi jalan atau lokasi camping jika bermalam di puncak gunung.
  6. Jangan lupa makan dulu setidaknya dua jam sebelum pendakian sebagai bekal energi menuju ke puncak gunung.
  7. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen berharga pada saat pendakian dan keindahan di puncak gunung Prau.

Waktu terbaik untuk mendaki Prau

Photo by @mountsantrinesia_
Setidaknya ada dua alternatif waktu pendakian yang bisa dipilih oleh pendaki, yaitu pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB sehingga sampai ke puncak pada pukul 04.00 WIB dan bisa menikmati golden sunrise yang mempesona.
Puas menikmati sunrise, pendaki bisa turun pada pukul 08.00 WIB. Alternatif kedua untuk memulai pendakian yaitu pada pukul 14.00 WIB dan akan sampai ke puncak sekitar pukul 17.00 WIB.
Dengan pemilihan waktu ini, para pendaki akan menikmati sunset di sore hari dan mendirikan tenda di puncak Gunung Prau untuk menikmati keindahan golden sunrise pada pagi harinya, jadi lengkap kan!
Untuk mendapatkan pengalaman mendaki gunung yang sempurna, sangat disarankan melakukan pendakian di musim kemarau atau sekitar bulan Juni-Oktober.
Pada musim kemarau golden sunrise bisa lebih dipastikan kemunculannya, sedangkan di musim hujan kondisi langit akan cenderung berawan sehingga potensi untuk menikmati golden sunrise lebih kecil.

Transportasi dan Retribusi

Untuk transportasi menuju ke lokasi pendakian yang terpenting adalah memilih jalur transportasi ke arah tempat wisata Dieng.  Dari arah Yogyakarta, jarak tempuh yang dibutuhkan sekitar 2,5-3,5 jam dengan menggunakan sepeda motor.
Adapun biaya retribusi sebesar Rp 10 ribu per orang sudah termasuk asuransi, dan bisa dibayarkan ketika mendaftarkan diri sebagai pendaki di basecamp.
Pembayaran ini bisa dilakukan secara kolektif sehingga bagi rombongan pendaki bisa membayar melalui perwakilannya saja.
Meskipun biaya retribusi ini termasuk murah, namun memiliki peran yang cukup penting bagi kegiatan pendakian di Gunung Prau.
Pasalnya dengan pembayaran ini akan dilakukan proses identifikasi dalam pengisian data sehingga bisa sangat berguna jika nanti terjadi resiko tertentu yang dialami oleh pendaki.
Adapun untuk biaya parkir motor, para pendaki cukup membayar sebesar Rp 7 ribu saja.

Sumber :
https://nyero.id/gunung-prau/

Pesona Keindahan Gunung Andong di Mgelang Yang Wajib Kalian Kunjungi

Pesona Keindahan Gunung Andong di Mgelang Yang Wajib Kalian Kunjungi 

Gunung Andong, kini menjelma menjadi primadona bagi para pendaki pemula dan pemburu matahari yang ada di Semarang dan Jawa Tengah.
Terlebih lagi, dengan dibangunnya basecamp, fasilitas umum dan jalur pendakian yang semakin nyaman. Sangatlah memanjakan kaki-kaki muda yang penuh rasa ingin tahu dan baru saja menggemari aktivitas mendaki gunung.
Jauh berbeda dengan kisah Zafran dan kawan-kawannya di film 5 CM, mereka harus berjam-jam menyeret kaki, berlumur debu, terhempas batu, dan bersusah payah untuk sampai ke puncak Mahameru.
Namun kebalikannya jika mendaki di Gunung Andong, dengan tinggi 1.726MDPL, Gunung berpunuk sapi ini ringan untuk didaki.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di puncak, dan sangat cocok bagi kamu yang belum lama berkecimpung di dunia pendakian.

Lokasi & Rute Menuju Gunung Andong

Gunung Andong terletak di Kecamatan Ngablak, Magelang. Jika kamu dari Semarang dan Ungaran, langsung saja menuju Pasar Sapi Salatiga, belok kanan ke arah Magelang (jalan raya Salatiga – Kopeng) menuju ke Pasar Ngablak.
Dari sini sudah banyak penunjuk jalan menuju basecamp, ikuti saja papan petunjuknya.
Setelah sampai di pertigaan makam Dusun Kenteng, jika belok kiri akan menuju Basecamp Sawit.
Sedangkan lurus kanan akan menuju ke Basecamp Dusun Pendem, terserah kamu mau lewat jalur mana.
Setelah itu tinggal ikuti saja jalan tersebut hingga kamu sampai di basecamp. Kita akan mulai pendakian dari basecamp ini.

Jalur Pendakian Gunung Andong

Pos I Gunung Andong
Sumber: infoandong.blogspot.com
“Ngeri! Sepagi ini, sudah ada 75 orang yang naik puncak Andong!”
Komentar saya pagi itu, ketika menulis data diri di buku registrasi pendakian gunung Andong via Basecamp Sawit. Padahal bukan hari libur.
Gunung ramah pendaki ini memiliki dua jalur pendakian yang cukup populer, yaitu via Basecamp Sawit dan Basecamp Dusun Pendem.
Dari kedua jalur pendakian tersebut, Basecamp Sawit merupakan jalur paling populer dikalangan pendaki.
Tempat parkir, toilet, warung, tempat istirahat dan fasilitas umum lainnya mudah ditemukan di sini.
Untuk tiket pendakian dan rute pendakian dari Perhutani sebesar Rp4.000,- (sudah termasuk asuransi), ditambah Rp6.000 untuk kas Dusun Sawit, kemudian Rp5.000 untuk biaya parkir sepeda motor.

Perjalanan Menuju Puncak

pos II Gunung Andong
Sumber: gunungandong.wordpress.com
“Bhahaha karena mendaki adalah hak segala bangsa!” kata teman traveler yang sudah khatam jalur pendakian Gunung Andong
Benar juga, semua orang berhak untuk mendaki gunung mungil yang mulai booming 2 tahun belakangan ini.
Tua, muda, pria, wanita, bahkan anak balita yang berumur 4 tahun pun nampak senang bermain-main dan jalan kaki sampai ke puncak.
Kebanyakan orang yang berpapasan dengan saya mengaku baru pertama kali ke Andong dan ada pula yang belum berpangalaman mendaki gunung.
Saking populernya di kalangan pendaki, setiap akhir pekan dan hari libur gunung ini sangat ramai oleh pendaki bahkan hingga penuh sesak layaknya pasar.
Jadi bila ingin suasana yang lebih sepi, saran saya, mendakilah di hari biasa.

Jarak Tempuh Pendakian

puncak-gunung-andong
Sumber: katalogwisata.com
Jika kamu kehabisan air, kamu bisa menemukan mata air di tengah perjalanan antara POS 2 Watu Gambir dan Watu Wayang, kamu bisa mengisi penuh botol botol penyimpanan air kamu.
Waktu pendakian pun cukup singkat, hanya dibutuhkan waktu sekitar 50 menit saja, sedangkan untuk turun sekitar 40 menit. Tergantung kemampuan fisik masing-masing.
Gunung Andong memang terhitung pendek, medan yang dilalui sangat ringan bagi pendaki pemula, bahkan bagi yang bukan pendaki sekalipun.
Namun jangan salah, pemandangan dan suasana yang ditawarkan tidak kalah menariknya dari gunung dengan ketinggian di atas 2.000 mdpl.
puncak gunung andong
Sumber: seruji.co.id

Puncak Gunung Andong

Gunung Andong
Sumber: superadventure.co.id
Gunung ini memiliki empat puncak, yaitu Puncak Makam yang berada di sisi paling Barat, dimana terdapat sebuah makam bernama Makam Joko Pekik.
Belok kanan ke arah timur terdapat Puncak Jiwa, yang digunakan sebagai tempat camping ground terluas di Gunung Andong, sebuah helikopter pun bisa mendarat di sini.
Puncak Andong, puncak tertingginya adalah 1726 MDPL.
Kemudian untuk menuju Puncak Alap-alap di sisi paling timur, kita harus menuruni Jembatan Setan dengan jalur yang curam dan sempit, lebarnya tidak sampai 1 meter dengan jurang di kanan dan kiri.
Uniknya Gunung Andong, di Puncak Jiwa terdapat dua warung yang bisa kita gunakan untuk makan bagi yang tidak membawa bekal, dan bisa jadi tempat istirahat sekaligus tidur bagi yang tidak membawa tenda.

Keindahan Pemandangan dari Puncak Gunung Andong

Gunung Andong
Sumber: datawisata.com
Bagaikan gardu pandang di tengah lembah, dari puncak Gunung Andong kita bisa melihat gunung Merbabu yang menjulang tinggi, gunung Merapi, gunung Ungaran yang bersembunyi di pundak gunung Telomoyo dan si kembar dampit Sindoro Sumbing dari kejauhan.
Jadi, sudah bisa membayangkan seberapa menariknya pemandangan ketika matahari terbit di ujung timur dan matahari terbenam di sisi Barat? Satu kata, WOW.